Tempat berbagi segala informasi yang bermanfaat dan kita akan maju bersama agar bisa menggapai impian kita

Efektifitas Manajemen Berbasis Sekolah

Artikel terkait : Efektifitas Manajemen Berbasis Sekolah

Dalam memaknai efektifitas semua orang memberi arti yang berbeda, sesiuai dengan sudut pandang, dan kepentingan masing-masing. Hal tersebut diakui oleh Chung dan Magnison(1981), “Efektivines means different to different people”. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:219) dikemukakan bahwa efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya), manjur atau mujarab, dapat membawa hasil. Jadi efektifitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang meleksanakan tugas dengan sasaran yang dituju.  Efektifitas adalah bagaimana suatu organisasi berhasil mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya dalam mewujudkan tujuan operasional.
            Berdasar pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa efektifitas berkaitan dengan terlaksananya semua tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan adanya partisipasi aktif dari anggota. Dengan demikian efektifitas MBS berarti bagaimana MBS berhasil melaksanakan semua tugas pokok sekolah, menjalin partisipasi masyarakat, mendapatkan serta memanfaatkan sumer daya, sumber dana, dan sumber belajar untuk mewujudkan tujuan sekolah.
            Efektifitas manajemen berbasissekolah sebagaimana efektifitas pendidikan pada umumnya dapat dilihat berdasarkan teori sisetem dan dimensi waktu. Berdasarkan teori sistem, kriteria efektifitas harus mencerminkan keseluruhan siklus input-proses-output, tidak hanya output atau hasil, serta harus mencerminkan hubungan timbal balik antara manajemen berbasis sekolah dan lingkungan sekitarnya. Adapun berdasarkan dimensi waktu, efektifitas manajemen berbasis seklah dapat diamati dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
 efektifitas pendidikan pada umumnya dapat dilihat berdasarkan teori sisetem dan dimensi waktu
image by: 
www.pusattesis.com
            Thomas (1979) melihat efektifitas pendidikan dalam kaitanya dengan produktifitas, berdasarkan tiga dimensi berikut ini.
1.      The administrator production function; fungsi ini meninjau produktifita sekolah dari segi keluaran adminstratif, yaitu seberapa besar dan baik layanan yang dapat diberikan dalam suatu proses opendidikan, baik oleh guru, kepala sekolah, maupun pihak lain yang berkepentingan.
2.      The psychologist’s production function; fungsi ini melihat produktifitas dari segi keluaran, perubahan perilaku-perilaku yang terjadi pada peserta didik, dengan melihat nilai-nilai yang diperoleh peserta didik sebagai suatu gambaran dari prestasi akadaemik yang telah dicapainya dalam priode belajar tertentu di sekolah.
3.      The economic’s production function; fungsi ini melihat produktifitas sekolah ditinjau dari segi keluaran ekonomis yang berkaitan dengan pembiayaan layanan pendidikan disekolah.
Dalam pada itu, Lipham dan Hoeh (1987) meninjau efektifitas suatu kegiatan dari faktor pencapaian tujuan, tyang memdang bahwa efektifitas berhubungan dengan pencapaian tujuan bersama bukan pencapaian tujuan pribadi. Sejalan dengan itu, Steer (1985) mengungkapkan bahwa efektifitas adalah bagaimana organisasi melaksanakan seluruh tugas pokoknya atau mencapai sasarannya.
Efektifitas dapat dijadikan barometer untuk mengujuir keberhasilan pendidikan. Dalam upaya pengukuran ini terdapat dua istilah yang perlu diperhatikan, yaitu validasi dan evaluasi. Rae mengemukakan bahwa validasi dapa dilihat dari dua sisi, yakni intern dan eksternal. Validasi intern merupakan serangkaian tes dan penilaian yang dirancang untuk menegetahui secara pasti apakah suatu program ependidikan telah mencapai sasaran yang telah ditentukan. Adapun validasi eksternal merupakan serangkaian tes dan penlaian ang dirancang untuk mengetahui secara pasti apakah sasaran perilaku dari suau program pendidikan secara intern telah valid.
Berkaitan dengan evaluasi, sebagai kata jekedua yang penting dalam mebicarakan efektifitas. Firman (1990) menyebutkan bahwa evaluasi dapat digunakan untuk mengukur tiga tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Selanjutnya ditegaskan bahwa evaluasiyangbaiak di dilaksanakan hanya apabila didasarkan pada renacana yang baik pula. Oleh katena itu kegiatan evaluasi dalam kaitannya. Dengan efektifitas harus mengukur untung rugi, tidak hanya mengukur pencapaian sasaran belaka. Depdikbud (1988) mengidentifikasi sekolah dalam dua kelompok yaitu efektifitas internal dan efektifitas eksternal. Efektifitas ienternal menunjuk pada keluaran pendidikan yangtidak diukur secara moneter sepereti prestasi belajar, dan umlah lulusan . adapun efektifitas eksternal mennjuk keluaran yang bersifat moneter, seperti tingkat penghasilan lulusan.
output efektifitas manajemen yang baik dapat mencetak generasi yang cerdas
image by: www.asiaoneconsultant.com
Indikator efektifitas tidak hanya mengacu pada apa yang ada (input, process, output, dan outcome) tetapi juga pada apa yang terjadi atau process. Indicator-indikator tersebut data dijelaskan sebagai berikut:

  1.  Indikator input; indikator input ini meliputi karakteristik guru, fasilitas, perlengkapan, dan materi pendidikan serta kapasitas manajemen.
  2.  Indikator process; indikator proses meliputi perilaku administrasif, alokasi waktu guru, dan alokasi waktu peserta didik.
  3. Indikator output; indikator dari output ini berupa hasil-hasil dalam bentuk peroleh peseta didik dan dinamiknya sistem sekolah, hasil-hasil yang berhubungan dengan prestasi belajar, dan hasil-hasil yang berhubungan dengan keadilan, dan kesamaan.
  4. Indikator outcome; indicator ini meliputi jmlah lulusan eketingkat pendidikan berikutnya, prestasi belajar disekolah yang lebih tinggi dan pekerjaan, serta pendapatan.
Kajian tentang efektifitas pendidikan harus dilihat secara sistematik mulai dari masalah input, process, output; dan outcome, dengan indicator yang tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga bersifat kualitatif. Efektifitas MBS dapat dilihat dari efektifitas kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya, yang oleh Sergiovanni (1987) diidentifikasikan sebagai berikut: Produktifitas, Efesiensi, kualitas, Pertumbuhan, Ketidakhadiran, Perpindahan, Kepuasaan kerja guru, Kepuasan peserta didik, Motivasi, Semangat, Kepaduan, Keluwesan dan adaptasi, Perencanaan dan perumusan tujuan, Konsesus tujuan, Internalisasi tujuan organisasi, Keahlian manajeman dan kepemimpinan, Manajemen informasi dan komunikasi, Kesiagan, Pemanfaatan lingkungan, Penilaian oleh pihak luar, Stabilitas, Penyebaran pengaruh, Latihan dan pengembangan.
Disamping itu, efektifitas organisasi termasuk organisasi layanan masyarakat, seperti lembaga pendidikan, dapat dilihat dari beberapa inikator berikut: Efektifitas keseluruhan, Kualitas, Produktifitas, Kesiagaan, Efisiensi, Laba atau penghasilan, Pertumbuhan, Pendayagunaan lingkungan, Stabilitas, Perputaran atau keluar masuknya pekerja, Semangat kerja, Motivasi, Kepuasan, Penerimaan tujuan organisasi, Keluwesan dan adaptasi, Penilaian oleh pihak luar.

Memperhatikan dan memahamai uraian diatas dapat dilihat Barometer Efektifitas MBS dari kualitas program, ketepatan peyusunan, kepuasan, keluweesan dan adapts, semangat kerja, motivasi, ketercapaian tujuan, ketepatan eaktu, serta ketepatan pendayagunaan sarana, prasaran, dan sumber belajar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Artikel Laskar Ncc Lainnya :

2 comments:

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DAN SILAHKAN BERKOMENTAR

Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan
- Bagi Komentar Yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam
- Untuk anda yang ingin mendapat backlink silahkan komentar di name/url
- Dilarang promo obat atau yang sejenisnya

Copyright © 2015 Laskar Ncc | Design by Bamz